Berapa hari nggak buka blog, ada yang nyariin nggak ya? *kepedean*

Niat hati mau ODOP flash fiction selama maret ini, apalah daya tenaga tak lagi bagai kuda (?).  

Entah kenapa tiga hari kemarin, mata bawaannya ngantuk banget, badan berasa ringsek, kepala pundak lutut kaki pusing, leher berat. Jadi pengennya rebahan saja. Sayangnya tidak semudah itu Esmeralda, apa kabar tiga ekor bayi lucu kalau mamaknya rebahan terus. Padahal ada bapaknya tapi tetep aja namanya anak-anak yang dicari nomor satu selalu mamaknya. Kalau sudah begini, saya bisa apa? 

Kalau diinget-inget dulu, waktu awal menikah, ngerjain kerjaan rumah aja pakai acara rebutan, atau paling nggak dikerjain bareng, biar romantis ceunah.  

Kalau sekarang kerjaan rumah nggak lagi istimewa dan jadi rebutan, tapi jadi pembagian tugas yang mau nggak mau kudu dikerjakan. Kalau nggak urusan bisa gawat, perang dunia mah lewat 😅

Awal menikah, nggak bakalan bisa tidur nyenyak tanpa pelukan sampe pagi ala-ala drama korea meski pas bangunnya pegel-pegel cuy 😄

Kalau sekarang, boro-boro mau pelukan ya bund, bisa tidur cukup dan kebagain tempat tidur aja udah alhamdulillah wa syukurillah 😌

Punya tiga anak dengan jarak berdekatan, udah kebayang dong ya riweuhnya. Saya sendiri nggak menyangka akan secepat itu diberikan kepercayaan lagi. Rencana sih, maunya tiap anak berjarak minimal 5 tahun. Ya namanya juga rencana, meski sudah berusaha tetap  Tuhan yang menentukan, ya kaaan... 

Lagipula anak-anak adalah anugerah. Sekalipun kehadiran mereka di luar rencana, sebagai orang tua tentu saja saya harus menerima mereka dengan bahagia dan senang hati. Karena belum tentu besok-besok kalau pengen bakal dikasih lagi, namanya rahasia Tuhan.

Konon dalam sebuah survei menyebutkan seorang ibu dengan tiga anak jauh lebih stres ketimbang ibu yang memiliki satu anak. Hal ini tidak akan saya sangkal karena memang saya mengalami sendiri, menjaga toddler dan baby apalagi tanpa bantuan jasa nanny atau asisten rumah tangga merupakan tantangan tersendiri dan tentu saja sangat melelahkan. 


ulang tahun ala-ala di rumah aja berlima 😁


Meski berat sebisa mungkin saya tetap enjoy dan berusaha jadi orang tua yang adil dan beradab bagi mereka bertiga. Dan disaat benar-benar penat dengan segala keriuhan anak-anak, saya selalu memberikan afirmasi pada diri saya untuk bersyukur, karena diberi kesuburan disaat banyak wanita di luar sana harus berobat kesana kemari mengikuti program kehamilan untuk mendapatkan keturunan atau iseng-iseng membayangkan diri jadi Bunda Maia dan ketiga anaknya Al, El dan Dul 😄

Tapi terpenting memang kerja sama dengan suami. Kerjasama yang baik akan menjadi energi besar untuk membersamai anak, menikmati prosesnya. Meski lelah, tapi serunya jauh lebih banyak!