Ilustrasi dari Helter Skelter

Dari sebelum menikah sampai kemudian menikah dan hamil, yang selalu menjadi pikiran adalah apakah saya bisa bertanggung jawab dan dapat menjaga amanah berupa bayi-bayi lucu menggemaskan yang dititipkan Pemilik kehidupan kepada saya dan suami. 

Sampai akhirnya, qadarullah, saya mendapatkan tiga anak laki-laki. Bayi-bayi yang melengkapi kebahagian saya dan suami.  Tetapi namanya hidup, ada saja ujiannya. Ditengah kebahagian saya dan suami membersamai tiga anak laki-laki, kami juga harus bersabar dengan setiap komentar yang selalu mempersoalkan anak kami yang tiga-tiganya lelaki.

Sebenarnya suka heran sama orang-orang seperti itu, heran kepada mereka yang seolah lebih tahu apa yang terbaik bagi kehidupan orang lain. Begitulah, memiliki anak lebih dari satu dengan jenis kelamin yang sama ternyata bakal jadi bulan-bulanan untuk dikomentari.

Saya sampai sudah kebal dari  komentar-komentar macam dibawah ini:

"tiga-tiganya anak cowok, kurang satu nih anak cewek lagi"

 "nggak bisa didandanin anak cowok mah, nggak seru"

"Anak cowok udah gede bakal ninggalin ortu, nggak kayak anak cewek"

"nggak lengkap kalau belum punya anak cewek mah"  

Dan masih banyak lagi komentar serupa dari yang biasa sampai yang bikin kepingin getok pakai ulekan. Memangnya kenapa kalau punya anak laki-laki semua dan sejak kapan ada keharusan punya anak harus sepasang lelaki dan perempuan? 

Setiap anak yang lahir dari rahim kita adalah anugerah, terlepas dari apapun jenis kelaminnya. Anak laki-laki punya keutamaannya sendiri. Anak perempuan pun demikian. Karenanya, apapun jenis kelamin anak-anak kita adalah amanah besar yang harus bisa kita pertanggung jawabkan kepada Tuhan.

Punya anak laki-laki semua, bagi saya dan suami berarti lengkap, sempurna bahkan!, Alhamdulillah. 

Lagipula bukankah tolak ukur lengkap dan sempurna tiap orang itu berbeda, tidak bisa dipukul rata karena apa yang kita alami dan jalani dalam hidup berbeda-beda. Tuhanlah yang paling tahu kapasitas diri kita karenanya saya tidak mau mendikteNya, sebisa mungkin menghindari berdo'a meminta jenis kelamin anak-anak yang akan Allah anugerahi pada saat saya hamil. Jika kemudian saya diamanahi tiga anak laki-laki saya meyakini memang itulah yang paling pas dan sesuai dengan kapasitas diri saya dan suami.

Tidak salah punya keinginan dan harapan untuk memiliki anak-anak dengan jenis kelamin tertentu, semisal ingin punya anak kembar sepasang, ingin punya anak laki-laki terlebih dahulu, ataupun ingin punya banyak anak perempuan. Asal jangan sampai keinginan dan harapan yang tidak tercapai mengoyak keimanan kita kepada Allah SWT. Intinya mau dikaruniai anak laki atau anak perempuan, kuncinya ada pada rasa syukur.

Sejujurnya sudah lama saya bersikap bodo amat terhadap penilaian atau komentar apapun yang hanya akan membuat down. Tapi saya tidak bisa diam ketika banyak teman-teman curhat yang merasa terintimidasi hanya karena punya anak dengan jenis kelamin sama, baik laki-laki semua ataupun perempuan semua. Maka saya coba menyuarakannya melalui tulisan ini.

Ada pepatah yang pernah saya baca,

"Jika engkau tidak bisa memberikan kebahagiaan dalam hati saudaramu, maka jangan engkau berikan kesedihan dihatinya melalui lisanmu"

Kita tidak pernah tahu sejauh mana efek ucapan kita terhadap orang lain, maka sebaiknya berhati-hati. Ketimbang melukai. 

Lagipula mau anaknya laki-laki semua, perempuan semua, campur-campur, itu bukan urusan kalian.

Last but not least, speak good words, think good thoughts. You will never know someone is dealing with behinde closed doors. Be kind everyday, even if it's to the wrong people,  even when others are not,  chose to be kind ❤