Untuk Bunda


Bunda sayang,

sudah enam hari aku tak bisa menatap wajah penuh kasih milik Bunda...
Kangen??
ya, tentu saja!!!

Anata ga inakute watashi wa samishi,
totemo sashimi.....

Aku tahu Bunda bahkan tidak mungkin bisa membaca ini,
tapi aku rasa, aku perlu menuliskannya.
biar setiap huruf yang ku ketik menjadi saksi kelak bahwa aku mencintai Bunda.

walaupun aku tahu
sikapku yang mungkin kadang mengecewakanmu,
kata-kataku mungkin pernah menyakiti hatimu,
waktu yang aku lewatkan tanpa menjagamu, karena aku tidak bisa selalu menemanimu.

tapi apa balasanmu kepadaku Bunda,
untaian doa bagi anakmu yang tak pernah putus
engkau lantunkan di setiap penghujung solatmu,
cinta dan kasih sayangmu yang terus mengalir disepanjang hidupku,
tetes keringatmu selama engkau mengurus dan membesarkanku.

Bunda sayang,
Aku tak tahu bagaimana caranya berterimakasih padamu.

Aku hanya ingin engkau tahu,
Meski kadang aku tak tahu lagi bagaimana caranya menunjukan rasa sayangku padamu, Allah tahu bahwa aku selalu mencintaimu dengan caraku.

Meski pemikiran kita kadang tidak sejalan,
Allah tahu bahwa aku tak ingin bila aku berjalan tanpa ridho-mu.

Meski aku tidak selalu bisa menjadi seorang putri yang manis bagimu,
tapi aku selalu belajar menjadi pribadi yang lebih baik untukmu dan untuk sang Pemilik nyawaku.

Bunda sayang, ku mohon
doa dan restumu disetiap langakah sepanjang hidupku.
agar hidupku lebih bermakna dan setiap langkahku tidak sia-sia.

Posting Komentar

2 Komentar