Setiap orang tahu mereka akan mati tapi tak seorang pun percaya itu akan terjadi pada mereka sendiri’ -Tuesday With Morrie- Seperti itulah aku, meski tidak acapkali demikian Lalu jum'at itu langit terasa begitu pekat Hanya isak menyayat dari wajah-wajah pucat Betapa aroma kematian begitu dekat... ---------- Siapa sih yang nggak ken…
Baca SelengkapnyaMulanya sedikit Lalu membukit... Lalu kita terbakar dalam kobar Lalu bara Lalu asap Lalu arang Lalu abu Lalu angin menerbangkan Lalu aku Lalu kamu Lalu kita dimana?
Baca SelengkapnyaLangit telah lama disetubuhi jelaga Dan kau masih diam terpasung Melawan debar menjumlah bingar jantung karena luka-luka Yang perihnya masih membayang Juga duka-duka muram sepanjang Ah, sudahlah... Pejamkan matamu, sayang Ciuman apa yang kau inginkan? Biar Ku menari dibibirmu Hingga menidurkan gelisahmu
Baca SelengkapnyaKini birahi mulai menua ranum Dalam dekapan embun yang menyelinap dalam rimbun Adalah Kau, bisik dalam kesunyian di ladang pengembaraan
Baca SelengkapnyaKepada Ibu Kalau saja sebelum dilahirkan aku bisa memilih di tempat mana dan menjadi anak siapa, tentu aku tidak akan memilih berada di sini. Di istana serupa pasungan yang membuatku hanya seolah-olah hidup. Aku tidak akan memilih menjadi serupa Musa kecil di tengah amuk kuasanya Fir’aun. Bukan bermaksud menyalahkan takdir, tidak sama sekali…
Baca Selengkapnya
Social Plugin